KYI ajak warga obati diri sendiri

Ketika tubuh didera penyakit berobat ke dokter tentu harus merogoh kocek. Apalagi jika sakitnya parah, boleh jadi bikin kantong bolong. Bagaimana jika Anda belajar mengobati diri sendiri tanpa mengeluarrkan banyak biaya?

Adalah Kundalini Yoga Indonesia (KYI) yang mengajak masyarakat untuk belajar mengobati diri sendiri melalui pengobatan spiritual. Pengobatan dalam KYI berusaha membangkitkan kundalini, yakni energi terbesar dalam diri manusia. Sedangkan yoga untuk mencari keseimbangan.

 

KYI resmi berdiri 20¬† mei 2010, komunitas ini adalah komunitas non-profit. Azas kami sukarela bagi yang rela tanpa tanda kutip. Siapa saja boleh jadi anggota asalkan mau berbagi, karena belajar di sini tidak dikenakan biaya apapun. Karena belajarnya enggak bayar, jadi untuk bagi ilmunya juga nggak bayar,” kata Master & Spiritual Healer KYI, Adi M Fadhil, Adi yang ditemui di stan KYI pada acara ‘Nova Ladies Fair 2013’, Plaza Barat Senayan, beberapa wakttu lalu.

Pasien KYI

Mereka yang tercatat sebagai anggota aktif KYI, sebelumnya adalah pasien yang ingin mengobati penyakitnya. Setelah sembuh dari penyakitnya , mereka belajar pengobatan ala KYI yang kemudian menjadi terapis.

“Selain Kami menerapi pasien, nantinya pun si pasien bisa menerapi dirinya sendiri ataupun orang lain dengan terus berlatih sampai akhirnya menjadi seorang terapis,” ucap Adi yang mengajar kundalini ¬†sejak tahun 2003.

Pasien KYI, kata Adi, datang dengan berbagai keluhan penyakit fisik dan psikis. Dia menambahkan, segala macam penyakit berasal dari ketidakseimbangan energi dalam tubuh manusia.”Maka kami pun mengobatinya dengan ikhtiar dalam bentuk menyeimbangkan ketidakseimbangannya itu. Ada pembersihan emosional juga, karena sakit kan tidak hanya fisik.” tuturnya.

Menurut Adi M Fadhil, pengobatan KYI memakai doa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing orang. Selama menjalani proses pengobatan, pasien dibiarkan duduk sambil memejamkan mata, berdoa, dan pasrah. Sang terapis menangani area penyakit yang diderita pasien.

Misalnya, sakit kepala, KYI akan memusatkan pengobatan pada tiga cakra , yaitu cakra ajna (mata ketiga), cakra sahastrara (cakra mahkota), dan cakra ananda anahat (solar flexus). “Ketiga area itu adalah area yang kami obati untuk pasien dengan keluhan sakit kepala. Lama proses dalam satu kali pengobatan 15 menit dengan minimal 4 kali pertemuan sakit yang dirasakan sudah bisa hilang.” tutur Adi.

Tidak ada batasan umur bagi pasien atau mereka yang ingin menjadi terapis. Namun, untuk menjadi terapis disyaratkan  sudah berusia 10 tahun dan sudah bisa dibimbing menjadi terapis.

Saat ini anggota KYI aktif berjumlah 100 orang, data keanggotaan KYI melalui akun Facebook, tercatat ribuan orang yang berasal dari Indonesia dan mancanegara, seperti Spanyol, India dan Kanada.

Anggota yang belajar melalui online hanya untuk mereka yang tinggal di luar Jabodetabek. “Kalau masih di Jabodetabek, saya sarankan untuk datang langsung ke Padepokan agar proses belajarnya bisa lebih baik. Mereka yang belajarr online pun untuk dapat pembangkitan Kundalininya, minimal harus ketemu muka sekali.” tutur Adi. (vin)

sumber : harian wartakota kamis 21 november 2013

About KYI

Layanan meditasi, seni spiritual, penyembuhan dengan energi dan hipnoterapi
Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *